Back to All articles

Gempa Lombok Semoga Segera Berlalu

Gempa Lombok mencekam. Posisi Indonesia dikenal berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yaitu daerah ‘tapal kuda’ sepanjang 40.000 km yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini.

Suasana awal terjadi gempa yang dialami penduduk pulau Lombok

Sesaat sebelum gempa Lombok, seorang ibu muda tengah berada di halaman. Dia menyaksikan burung-burung bergerombol terbang ke arah barat, suara hewan bersahutan, hewan-hewan yang ada di dalam tanah keluar berhamburan. (liputan6.com)

Dia melanjutkan aktivitasnya menyeterika. Baru saja satu baju, rumahnya berguncang. Genteng dan seng terdengar beradu dan berjatuhan.

Saat itu, rasa takut dan khawatir menjadi satu. Terlebih kala mendengar kabar permukaan air laut naik. Warga pun langsung berhamburan keluar rumah dan segera membawa keluarganya menuju dataran yang lebih tinggi.

Kondisi yang langsung gelap gulita dan mencekam semakin menambah kepanikan.

Tak ayal, jalanan di Pulau Lombok malam itu dipenuhi ribuan kendaraan yang ingin menyelamatkan diri.

Jeritan ketakutan hingga seruan Asma Allah terdengar di hampir seluruh penjuru Lombok saat gempa dahsyat meluluhlantakkan rumah warga serta bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya. Korban pun tak terhindarkan.

Begitulah sebelum musibah dahsyat terjadi, warga yang berhasil menyelamatkan diri sempat menceritakan beberapa pertanda alam sebelum bencana gempa Lombok terjadi.

Gempa 7 SR yang mengguncang Lombok dan sekitarnya, Minggu malam, 5 Agustus 2018, kini menyisakan trauma mendalam bagi warga setempat. Bagaimana tidak, guncangan gempa dahsyat hingga berpotensi tsunami membuat panik ribuan warga yang berada di Bumi Seribu Masjid itu.

Jumlah korban gempa Lombok

Dilansir dari news.detik.com, Rabu (08/08), data korban tewas akibat gempa Lombok sebelumnya berjumlah 131 orang, tapi kini bertambah menjadi 381 orang. Lombok Utara menjadi daerah terparah terdampak gempa.

Di pengungsian mereka juga kesulitan mendapatkan air, dan tidak bisa mendapatkan listrik. Listrik padam sudah tiga malam. 

Menurut Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN, Djoko R. Abumanan, PLN Wilayah NTB dengan sigap mengerahkan tim pascagempa bumi terjadi untuk mendata kerusakan sekaligus melakukan upaya perbaikan langsung demi memulihkan pasokan listrik.

Jumlah korban tewas terbaru ini disampaikan disampaikan oleh Gubernur NTB terpilih Zulkieflimansyah. Data ini dihimpun oleh Pemprov NTB yang diperbarui pada Rabu pukul 15.00 Wita.

Penyebab terjadinya gempa menurut BMKG

Gempa yang terjadi di Lombok akibat bergesernya sesar aktif patahan Lombok.

Sumber gempa berasal dari sesar Flores yang memanjang dari Sumbawa, Nusa Tenggara Timur, hingga ke Selat Bali di utara Lombok.

Sumber gempa yang mengguncang Lombok dengan magnitudo 7 pada Minggu (5/8) kemarin penyebabnya sama dengan gempa yang sebelumnya mengguncang lombok pada 29 Juli 2018 lalu.

Gempa susulan masih satu bulan kedepan

BMKG memperkirakan gempa bumi susulan masih akan terus terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

Gempa bumi 7,0 SR yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa juga dirasakan hingga ke Bali dan Jawa Timur.

Berdasaran siaran pers Kepala Bagian Humas Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Tjatmiko, dari 230 kali gempa susulan, 16 dia antaranya merupakan gempa yang dirasakan kuat.

Tercatat terjadi gempa bumi susulan berkekuatan 5,5 SR pada pukul 01.21 WIB di wilayah Sumbawa dengan episenter terletak pada 8,18 Lintang Selatan dan 116,29 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Sementara gempa bumi dengan kekuatan yang semakin kecil juga terus terjadi setelahnya, tercatat pada pukul 04.00 hingga pukul 06.00 WITA terjadi sembilan kali gempa susulan.

Semoga gempa Lombok segera berakhir

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penyaluran bantuan untuk pengungsi korban Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat mengalami kendala karena akses jalan menuju titik pengungsian di wilayah Lombok Utara mengalami kerusakan.

Kebutuhan mendesak saat ini, tenaga medis, obat-obatan, makanan siap saji banyak sekali, makanan balita, tenda pengungsian baik bersama-sama dan tenda pengungsian tingkat keluarga.

Semoga gempa Lombok segera berlalu..